Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (1)

Abu Salafy

Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (1)

Sekilas Tentang Kitab Kasyfu asy-Sybubuhat

Kitab Kasyfu asy-Sybubuhat adalah karya Syeikh Muhammad ibn Abdi Wahhâb yang ia tulis untuk mendektekan “hujjah-hujjah dan bukti-bukti” dan menjelaskan inti pikiran ajarannya. Kitab ini menjadi rujukan utama sekte Wahhabiyah dalam menanamkan doktrin ajarannya, ia tersebar dengan luas di kalangan para santri, pelajar, mahasiswa dan kaum awam Wahhabi sekalipun. Kemasyhuran kitab tersebut tidak kalah dengan kemasyhuran kitab at Tauhid karyanya.

Kitab tersebut, baik terjemahan maupun aslinya telah menyebar di tanah air nusantara yang kita cintai.

Kitab Kasyfu asy-Sybubuhat

Kitab Kasyfu asy-Sybubuhât adalah sarat dengan doktrin pengafiran atas kaum Muslimin selain kelompok Wahhabi (yang tunduk menerima ajakan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb). Ia telah mengkategorikan banyak hal yang bukan syirik ke dalam daftar kesyirikan! Dan atas dasar itu ia mengafirkann dan menvonis musyrik selain kelompoknya.

Lihat pos aslinya 887 kata lagi

Ketika Fatwa Wahabi/Salafi Bergandeng Mesra dengan Misi Zionis

SALAFY INDONESIA

Wahaby-Zionis

Dalam buku yang berjudul “Mulia Dengan Manhaj Salaf” yang ditulis oleh Ust. Yazid Ibn Abdil Qodir. Dalam buku tersebut pada bab terakhir dengan gamblang Ust. Yazid Jawas mengelompokkan Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai kelompok sesat dan menyesatkan.

Sebuah buku yang kontradiktif dengan buku yang mereka ciptakan sebelumnya yang merupakan Tahrif (penyimpangan) dari al Ibanah yang berjudul “Buku Putih Imam Al Asy’ari” dengan penerjemah Abu Ihasan Al Atsari, penerbit At Tibyan.

Lihat pos aslinya 1.598 kata lagi

DOA SETELAH SHALAT SHUBUH DAN MAGHRIB

Danang Syria

Di antara doa yang disunnahkan untuk dibaca setelah shalat Shubuh dan Maghrib adalah memohon perlindungan dari api neraka sebanyak tujuh kali.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kalau kamu selesai melakukan shalat Maghrib, ucapkanlah sebanyak tujuh kali:

اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ

“Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.”

Karena kalau kamu ditakdirkan mati pada malam itu, kamu akan dilindungi dari api neraka.

Begitu juga setelah shalat Shubuh, baca doa itu sebanyak tujuh kali. Karena kalau kamu ditakdirkan mati pada hari itu, kamu akan dilindungi dari api neraka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya nomor hadits 5079 dan beliau tidak berkomentar apapun. Ini pertanda bahwa hadits ini baik (untuk diamalkan). Sebab beliau pernah berkata dalam risalah beliau kepada penduduk Makkah bahwa hadits-hadits yang beliau diamkan dalam Sunannya adalah baik.

Sedangkan Al Hafizh Ibnu Hajar, beliau menilai hadits ini hasan. (Lihat: Natāijul Afkār, 2/326. Al Futūhāt Ar Robbāniyyah, 3/69).

Dalam kitab Hāsyiyah…

Lihat pos aslinya 129 kata lagi

FATWA ULAMA WAHABI: KAWIN KONTRAK DIBOLEHKAN (bagi Musafir yang ada di negri orang)

Generasi Salafus Sholeh


Mungkin banyak wahabi-salafy di negeri kita ini tidak tau, atau malu-malu kucing menyebutkan bahwa Mufti mereka almarhum Syekh Bin Baz pernah mengeluarkan fatwa tentang kawin kontrak yang diperbolehkan bagi para musafir/atau pelajar di rantau. Tentunya fatwa tersebut tidak memakai bahasa kawin kontrak, tapi istilah yang dipakai adalah “KAWIN DENGAN NIAT AKAN DI TALAQ (di cerai)”. [silahkan merujuk fatwa tersebut di]:

Lihat pos aslinya 79 kata lagi

Pendapat Ulama berbagai Mazhab Tentang Perayaan Maulid Nabi

Sufi Muda

Bulan Rabiul Awal ini merupakan bulan yang istimewa. Bagaimana tidak istimewa?, pada bulan tersebut manusia terbaik, hamba Allah dan utusan Allah termulia dilahirkan di dunia. Pada 1400 abad yang lalu, tepatnya pada hari Senin 12 Rabiul Awal 576 M, baginda Nabi Muhammad Saw. Setiap tahun hari kelahirannya dirayakan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Berbagai acara mulai di tingkat desa hingga istana negara menyelenggaraan perayaan maulid. Lantas bagaimana pendapat para ulama’ 4 madzhab mengenai tradisi perayaan maulid tersebut?

Berikut ini kami rangkum beberapa statemen ulama’ mengenai tradisi tahunan tersebut.  

Al-Imam al-Suyuthi dari kalangan ulama’ Syafi’iyyah mengatakan:

  هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالْاِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ  

“Perayaan maulid termasuk bid’ah yang baik, pelakunya mendapat pahala. Sebab di dalamnya terdapat sisi mengagungkan derajat Nabi Saw dan menampakan kegembiraan dengan waktu dilahirkannya Rasulullah Saw”…

Lihat pos aslinya 830 kata lagi